Segar Manisnya Franchise Teh Poci

by | Dec 28, 2015 | Edisi 14, Reportase & Feature | 0 comments

UKM


Bisnis waralaba merupakan sumber penghasilan yang menjanjikan. Dalam waktu tiga bulan modal awal sudah berubah menjadi laba bersih.

teh-poci

KERTOSONO.NET – Saat ini berwirausaha bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Dengan menjadi pengusaha berarti seseorang telah mengurangi ketergantungan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan swasta maupun perusahaan atau instansi negeri.

Dunia usaha semakin berkembang, seorang pengusaha tak harus memutar otak tentang sebuah usaha yang akan dirintis. Sistem franchise memudahkan calon pengusaha untuk memulai sebuah usaha.

Franchise atau usaha waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa dari pemilik merek dagang kepada pewaralaba, yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Dalam bisnis waralaba, lebih menekankan pada bidang pemasaran. Penekanan pemasaran yang dilakukan mencakup 4P, yaitu; product, price, place dan promotion. Penerapan 4P dapat dicermati dari bisnis waralaba yang ada di pasaran.

Bisnis waralaba sudah marak di pasaran. Jenis waralaba pun beragam, mulai dari makanan, minuman, hingga mainan anak-anak. Menjadi seorang pewaralaba sangatlah mudah, hanya perlu menentukan produk yang hendak dijual, misalnya; produk minuman Teh Poci.

Menjalin Kemitraan

Langkah awal untuk mendapatkan kemitraan dengan pemilik merek, pewaralaba bisa mendatangi outlet Teh Poci untuk mendapatkan informasi. Pewaralaba juga bisa mendatangi pemilik lisensi atau merk dagang Teh Poci yang ada di beberapa kota. Seperti di Kota Madiun terdapat di Jalan Kelapa Manis Nomor 10 Kelurahan Manis Rejo, Kota Madiun. Setelah melakukan pendaftaran, pihak pemilik merek dagang akan menyurvei lokasi penjualan. Setelah disetujui dan dilakukan pembayaran maka booth akan segera dikirim untuk segera dipersiapkan.

Dengan melakukan investasi awal sebesar Rp7,900,000,- pewaralaba mendapatkan paket booth Teh Poci beserta produknya. Investasi awal tersebut meliputi, paket booth kecil seharga Rp6,000,000,- dengan fasiltas; meja, mesin seal, cooler box, container ice, termos, teko listrik, centong kayu, sendok besar, saringan, dan termasuk pembelian produk awal sebesar Rp1,900,000,- berupa paket teh rasa original dan teh rasa buah orange, apple, mango, guava dan blackcurrant.

Apabila ingin mendapatkan paket yang lebih lengkap, pewaralaba dapat berinvestasi sebesar Rp9,000,000,- untuk paket ukuran booth yang lebih besar. Investasi awal tersebut sudah meliputi keanggotaan selama 1 tahun pertama. Selanjutnya pewaralaba hanya perlu membayar iuran tahunan sebesar Rp500,000,-/tahun setelah tahun kedua.

4P (Product, Price, Place, Promotion)

Penentuan harga merupakan salah satu bagian penting dalam pemasaran. Harga merupakan penentu keberhasilan pemasaran suatu produk. Di pasaran harga Teh Poci dipatok berbeda-beda. Pada umumnya harga Teh Poci di pusat perbelanjaan adalah Rp4,000,- dan di area depan minimarket atau di pinggir jalan adalah Rp3,000,-.

Perbedaan penentuan harga disebabkan oleh pendekatan pasar. Seperti perhitungan variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan juga harga. Varibel meliputi: situasi pasar, kondisi pasar dan lokasi pasar. Berjualan di pusat perbelanjaan dan di area depan minimarket atau di pinggir jalan dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan harga produk.

Persewaan tempat di foodcourt salah satu pusat perbelanjaan Kota Kediri adalah Rp4,000,000,-/bulan. Sewa tempat di area depan mini market adalah Rp300,000,- hingga Rp500,000,-/bulan. Sedangkan di pinggir jalan tidak dikenakan biaya alias gratis.

Mahalnya harga sewa tempat di pusat perbelanjaan sebanding dengan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Penentuan harga produk pun, dituntut lebih variatif sehingga return yang didapat lebih tinggi.

Ketenaran merek produk adalah kunci dari maraknya bisnis waralaba. Pewaralaba tidak perlu bersusah payah merencanakan promosi untuk mengenalkan produk. Merek produk waralaba pada umumnya sudah memiliki nilai di pasaran. Penilaian merek tersebut akan mempengaruhi konsumen untuk melakukan permintaan terhadap produk.

Laba Bersih

Omzet waralaba ini mencapai Rp7,350,000,-/bulan dengan investasi awal sebesar Rp6,000,000,-. Omzet tersebut dapat tercapai pada penjualan rata-rata 70 gelas/hari dan harga Teh Poci Rp3,500,-/gelas.

Dengan omzet tersebut pewaralaba dapat balik modal dalam waktu tiga bulan. Laba bersih yang diperoleh sebesar Rp2,450,000,-/bulan. Laba sudah dipotong biaya sewa tempat, karyawan dan modal kerja sebagai biaya variabel.

Bisnis waralaba dapat menjadi pilihan dalam berwirausaha. Modal kecil dapat meraup keuntungan banyak dalam waktu yang relatif singkat. (Siwi Yuli Purnamasari)

Archives

Categories

E-Magazine PDF Version


Arsip Majalah Kertosono Versi 1.00

Susunan Redaksi Majalah Kertosono Edisi 14. Editor in Chief: Firdaus Effendy. Senior Editor: Kusdianto, Ety Andrijana, Faizal Ansyori, Difana Jauharin. Managing Editor: Davit Adi Saputro. Editor: Livia Alvita. Digital Marketing Executive: Moh. Alvin Kholily. Art Director: Fariz R. Wijaya. Web Developer: Lian Aga Aditya. Kontributor Tulisan: Tamaya Aristalia Arlini, Tsabbit Aqdami Mukhtar, Ita Surajaya, Halimatus Sya’dyyah, Heldyana Umabella Prabasari, Cholis Tontowi, Dhawil Firdausy, Siwi Yuli Purnamasari, Eva Nurohmah. Fotografi: PhoKerS. ALAMAT REDAKSI: Jl. Merapi RT. 03 RW. 02 Ds. Tanjung Kertosono. PENERBIT: KERTOSONO KREASI MANDIRI (http://kkm.kertosono.net). AKUN BANK/BANK ACCOUNT: No. 2050-01-000784-53-6 BRI KCP KERTOSONO A/n: KERTOSONO KREASI MANDIRI

Pin It on Pinterest

Shares
Share This