Edisi 1 Edisi 2 Edisi 3 Edisi 4 Edisi 5 Edisi 6 Edisi 7 Edisi 8 Edisi 9 Edisi 10 Edisi 11 Edisi 12
 
SEPULUH ARTIKEL TERBARU
CATATAN REDAKSI EDISI 12: MASYARAKAT ADALAH ASET PALING BERHARGA
Kertosono adalah kota kecil yang damai. Meskipun tak bisa dipungkiri, hambar bagi pemuja hedonisme karena tidak adanya mall atau town square. Juga bukan kota tujuan pariwisata, karena letaknya bukan di pegunungan atau dekat pantai nan eksotik. Tapi sebenarnya semua itu bukanlah segalanya, karena ada sisi lain yang bisa digarap, agar Kertosono layak untuk dikunjungi.
Aset, Humanis, Masyarakat, Kertosono, Hedonisme
PONDOK PESANTREN AL IHSAN
Sebuah pondok pesantren terletak di desa Baron Timur, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Lokasi pondok pesantren berjarak sekitar 2 kilometer arah tenggara dari pusat pemerintahan Kecamatan Baron. Meskipun terbilang terpencil namun santri dan santriwati berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Antara lain: Jakarta, Klaten, Semarang, Surabaya bahkan hingga Makasar. Pondok pesantren ini bernama Al-Ihsan, baru berusia satu setengah tahun dan terhitung memiliki santri dan santriwati berjumlah 149 orang. (kertosono.net)
Bina Insan Mandiri, Al Ihsan, Kertosono, Baron, Pondok Pesantren
DRENGES-BANJARSARI, SINAMBI GOWES JAJAH DESA MILANGKORI
Desa Juwono adalah desa paling ujung selatan Kota Kertosono. Letaknya yang berada di pinggir sungai brantas menjadikan penduduk desa ini senasib sepenanggungan dengan desa tetangga yaitu Desa Trayang dan Desa Banjarsari, dua desa yang masuk Kecamatan Ngronggot. Khususnya dalam hal banjir sungai brantas di masa lalu. Jangan heran jika selama perjalanan dari Desa Juwono ke Desa Banjarsari akan terlihat tangkis setinggi hingga 3 meter sepanjang jalan.
Sepeda, Onthel, Gowes, Stoom, Juwono, Banjarsari, Ngronggot, Tembarak, Kepuh, Kertosono, Purwoasri
LESTARIKAN BECAK TRADISIONAL
Awalnya, becak tradisional begitu mudah dijumpai. Becak tradisional sering terlihat nge-tem berjajar di depan stasiun kereta api, di terminal bus, di pasar, dan di perempatan jalan untuk menunggu calon penumpang. Beberapa tahun belakangan ini tidak mudah menjumpai becak tradisional hilir mudik di jalanan. Di Kertosono misalnya, jalanan kini dipenuhi deru mesin diesel yang dimodifikasi di becak tradisional. Becak tradisional yang dahulu bertenaga kayuhan, kini mulai tersisih. Alih-alih mempercepat waktu tempuh, becak tradisional mulai tergantikan oleh becak bermesin diesel.
Becak, Diesel, Tradisional, Kertosono
MENGAPA KAU MENANGIS?
Ini pertama kalinya dia datang dengan sendu, tak seperti biasanya riang. Aku bahkan tak sempat menanyakan mengapa ia menangis. Waktu terasa sekejap, buru-buru berkelisut meninggalkan kami yang tak sempat memahami. (kertosono.net)
Jibris, Menangis, Banjar, Hasni
"SI MESIN HITUNG" TOREHKAN PRESTASI
Zidan, begitulah sapaan akrabnya sehari-hari. Anak muda kelahiran Nganjuk, 4 Oktober 1998 ini, sekarang duduk di bangku kelas IX SMP Negeri 1 Kertosono. Terlahir sebagai anak bungsu dua bersaudara. Ayahnya seorang guru, sedangkan ibunya menjabat sebagai kamituwo (perangkat desa). Pekerjaan kedua orang tua yang terbilang mapan tak lantas membuatnya menjadi seorang anak yang manja dan sombong.
Mesin Hitung, Zidan, SMP 1 Kertosono, Kamituwo, Guru, Kertosono
SMP BINA INSAN MANDIRI BOARDING SCHOOL
Salah satu boarding school terletak di Baron, sebuah wilayah kecamatan yang bersebelahan dengan Kecamatan Kertosono. Bernama SMP Bina Insan Mandiri. Sekolah ini berlokasi di komplek Pondok Pesantren Al-Ihsan, tepatnya di desa Baron Timur. Sekolah yang baru berusia satu setengah tahun ini termasuk sekolah dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Bina Insan Mandiri, Boarding School, Kertosono, Baron, Pondok Pesantren
SELAMANYA CINTA
Oke, itu Gita. Teman sekamarku yang berasal dari Kertosono. Dia ke Malaka ini satu kloter denganku dan anaknya sangat bawel. Apalagi kalau sudah nyerocos pakai Bahasa Jawa. Haduh, dibuat pusing aku mendengarnya.
Cinta, Jogja, Galau, Malaysia, Kertosono, Mario, Yana Hulio
NGE-DJ NGGAK HARUS KE DISKOTIK
DJ Moi, begitu nama populernya di dunia entertainment. Sosok yang lahir dan besar di Kertosono. Bisa dikatakan satu-satunya DJ yang dimiliki Kertosono saat ini. Pemilik nama lengkap Mochammad Ilham ini sejak kecil memang sudah berminat di dunia hiburan. Moi kecil adalah bocah yang sudah punya obsesi menjadi public figure atau seorang entertainer yang berkualitas. Obsesi yang sering membawanya berperan aktif dalam acara-acara hiburan di sekolah.
Moi, DJ, Disc Jockey, Diskotik, Remix, Kertosono, Meteor
PATIANROWO SEBAGAI PERLINTASAN TOL SURABAYA-SOLO
Pemerintah tengah dihadapkan dengan banyaknya kasus kemacetan di berbagai daerah di Indonesia. Jalur Surabaya-Solo salah satunya. Pemerintah beranggapan, pembangunan jalan tol dinilai menjadi pilihan paling efektif untuk mengatasi kemacetan (kertosono.net)
Jalan Tol, Surabaya, Solo, Kertosono, Patianrowo, Kemacetan
Jika perusahaan / organisasi / klub / komunitas anda adalah bagian dari Kota Kertosono
dan mendukung visi misi Majalah Kertosono / Kertosono Magazine, maka tampilkan logonya di sini.

Majalah Kertosono juga mengajak semua masyarakat Kota Kertosono untuk berpartisipasi di majalah ini.
Bisa berupa tulisan, fotografi atau gambar ilustrasi.
Hubungi Majalah Kertosono / Kertosono Magazine di: