Pemburu Klakson Telolet

by | Dec 27, 2017 | Edisi 16, Hobi | 0 comments

Penulis: Puthut Yudha P.
Foto: Puthut Yudha P.
Sekelompok bocah bergerombol di tepi jalan. Sesekali mereka mengacungkan jempol ke arah bus yang sedang melintas dengan sebelah tangan memegang ponsel sebagai media perekam foto/video. Sedang apa ya mereka?

KERTOSONO.NET
Pemburu klakson telolet, itulah sebutannya. Mulai dari anak-anak hingga remaja ramai-ramai menanti bus yang melaju di jalan raya. Begitu ada bus lewat, mereka langsung mengacungkan jempol sembari merekam bus dengan ponsel dan berharap mendapatkan bunyi klakson dari sang sopir. Sebutan telolet sendiri diambil dari suara yang dihasilkan dari klakson bus. Asal tahu saja, bus keluaran terbaru kini banyak yang memakai klakson dengan bunyi variatif, telolet yang paling populer. Sehingga lebih dikenal sebagai klakson telolet.

Di beberapa daerah fenomena pemburu klakson telolet sudah ada sejak beberapa tahun lalu, sedangkan di Kertosono sendiri fenomena ini sedang naik daun dan banyak digemari baru-baru ini. Tidak hanya anak-anak dan remaja bahkan mereka sudah dewasa juga sering dijumpai sedang berburu klakson telolet.

Di Kertosono, pemburu klakson telolet terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang sudah menjadi sebuah komunitas. Anggota dari komunitas ini adalah pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa. Mereka mempunyai lokasi favorit, mulai dari Jembatan Baru Kertosono sampai perempatan traffic light Jalan Panglima Sudirman, Kertosono. Aktivitas berkumpul dan berburu rutin mereka lakukan di hari Jumat, dari pukul 13.00 WIB hingga menjelang sore hari. Jumat dipilih karena banyak armada bus yang melintas di hari tersebut, terutama bus-bus pariwisata.

Kelompok ke dua adalah perkumpulan anak-anak penggemar klakson telolet. Kelompok ini belum bisa disebut sebagai komunitas karena sebagian besar anggotanya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sama seperti kelompok pertama, kelompok ke dua ini memiliki lokasi tersendiri untuk berburu klakson telolet. Kelompok ini sering dijumpai di sepanjang Jalan Panglima Sudirman Kertosono.

Aktivitas pemburu klakson telolet ini sebenarnya berpotensi membahayakan keselamatan, baik pemburu klakson, pengemudi dan penumpang bus yang direkam, maupun pengguna jalan raya lainnya. Dalam mencegah hal ini, terdapat aturan-aturan sederhana yang diterapkan oleh pemburu klakson. Seperti tidak diperbolehkan berdiri terlalu dekat dengan jalan raya. Selain itu juga dilarang merekam video/foto menggunakan lampu flash, karena membahayakan bagi sopir bus, juga mengganggu pengemudi kendaraan lain. Sayangnya tidak semua pemburu klakson telolet mengerti dan mematuhi aturan-aturan tersebut terutama mereka yang tidak tergabung dalam komunitas pemburu klakson telolet

Fenomena pemburu klason ini tidak lepas dari semakin pesatnya kemajuan transportasi di Indonesia. tuntutan pasar yang menuntut pengelola jasa transportasi ini agar lebih berinovasi termasuk juga perusahaan-perusahaan otobus, entah itu bus trayek maupun bus pariwisata, yang mulai mengganti armadanya dengan seri bus terbaru. Itu sebabnya saat ini banyak bermunculan komunitas-komunitas tentang bus, salah satunya adalah pemburu klakson telolet

Mereka yang tergabung dalam komunitas pemburu klakson telolet sering mengadakan kopdar (kopi darat). Kopdar tidak hanya diadakan di Kertosono, tetapi mereka juga sering mengikuti kopdar yang diadakan di kota lain. Nah bagaimana, keren bukan? Salut buat para pemburu klakson telolet. Mungkin hobi mereka nggak jelas bagi sebagaian dari kita, tapi yang penting hobi mereka positif, dan nggak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selama melakukan sesuai aturan pastinya.

Archives

Categories

E-Magazine PDF Version


Arsip Majalah Kertosono Versi 1.00

Susunan Redaksi Majalah Kertosono Edisi 16. Editor in Chief: Davit Adi Saputro. Senior Editor: Kusdianto, Ety Andrijana, Faizal Ansyori, Difana Jauharin. Managing Editor: Livia Alvita. Editor: Tamaya Aristalia Arlini, Halimatus Sya’dyyah, Eva Nurohmah. Digital Marketing Executive: Moh. Alfin Kholily. Art Director: Fariz R. Wijaya. Web Developer: Moch. Cholil Hamzah. Fotografi: PhoKerS. ALAMAT REDAKSI: Jl. P. Sudirman G5 Kertosono 64351 Phone : +62358-555640. PENERBIT: KERTOSONO KREASI MANDIRI (http://kkm.kertosono.net). AKUN BANK/BANK ACCOUNT: No. 2050-01-000784-53-6 BRI KCP KERTOSONO A/n: KERTOSONO KREASI MANDIRI

Pin It on Pinterest

Shares
Share This