Museum Hidup Permainan Tradisional

by | Nov 3, 2015 | Edisi 14, Reportase & Feature | 0 comments

SENI & BUDAYA


Pelestarian Permainan Tradisional di Yayasan Untukmu Si Kecil, Pinggir Kali Bedadung Jember, Indonesia

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Sejauh manakah perkembangan permainan anak-anak dari zaman ke zaman? Samakah permainan anak sekarang dengan permainan orangtua mereka saat masa kanak-kanak? Pertanyaan sederhana yang membutuhkan pemikiran cukup kompleks.

museum-hidup-permainan-tradisional-1

JEMBER, KERTOSONO.NET – Di era perkembangan teknologi  seperti saat ini, banyak lahir ahli IT yang mampu menciptakan bermacam-macam game yang bisa diakses dengan mudah melalui perangkat komputer maupun smartphone. Akses game online semakin mudah didapat, kualitas jaringan internet yang semakin baik sehingga mampu menjangkau daerah-daerah terpencil.

Gaya hidup canggih ditengarai menjadi alasan tergesernya keberadaan permainan tradisional, seperti; egrang, gobak sodor, beteng, patil lele, engklek, boi, dakon, bitingan, dan beberapa permainan tradisional lainnya. Kesibukan orang tua di zaman sekarang telah menjadi celah bagi game digital untuk menarik perhatian anak-anak. Lalu bagaimana dengan permainan tradisional yang dulu menjadi permainan favorit anak-anak?

Di tengah maraknya game digital, yayasan rumah belajar dan rumah bermain ”Untukmu Si Kecil” berusaha menyelamatkan warisan budaya berupa permainan tradisional. Penggagas yayasan Untukmu Si Kecil adalah Prof. Ayu Sutarto, penerima Anugerah Kebudayaan tahun 2013 kategori Pelestari dan Pengembangan Warisan Budaya. Pengajar di yayasan Untukmu Si Kecil adalah para relawan yang memiliki kepedulian untuk melestarikan budaya Indonesia, terutama permainan tradisional. Para relawan terdiri dari berbagai latar belakang, seperti: mahasiswa, guru sekolah dasar, dan dosen.

museum-hidup-permainan-tradisional-2Yayasan ini beralamat di Jalan Sumatera Gang 6 Nomor 35. Di tempat ini tidak hanya menjadi museum hidup permainan tradisional, tapi juga menjadi perpustakaan dengan buku-buku kebudayaan yang cukup lengkap. Pengunjung tidak hanya berasal dari warga atau mahasiswa yang berdomisili di Jember, tetapi juga berasal dari luar kota bahkan luar negeri. Banyak yang datang untuk mencari referensi penulisan jurnal atau tugas menulis skripsi, thesis, dan disertasi.

Yayasan Untukmu Si Kecil sudah berusia 16 tahun. Di tempat ini disediakan berbagai macam peralatan permainan tradisional, seperti: egrang, hulahop, dakon dan bitingan. Halaman yayasan diberi tanda garis khusus untuk bermain engklek dan gobak sodor.

Peserta didik yayasan Untukmu Si Kecil adalah anak-anak yang tinggal di bantaran sungai Bedadung yang membelah Kota Jember. Rata-rata peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu. Meski begitu, mereka sangat berbakat.

Yayasan ini memiliki guru tari profesional yang mengajarkan tari kreasi kepada peserta didik. Tarian dikombinasikan dengan permainan egrang, sehingga menghasilkan gerakan yang sangat harmonis. Permainan hulahop juga dikemas sedemikian apik, permainan dilakukan secara beregu. Salah seorang berdiri di atas pundak temannya sambil memutar hulahop di udara. Karena membutuhkan keterampilan, tari kombinasi ini hanya boleh dilakukan oleh yang telah mahir.

Kostum yang mereka pakai untuk pagelaran sangat menarik, perpaduan antara kostum Jawa dan Madura. Reog yang identik dengan pemain orang dewasa, di yayasan ini dimainkan oleh anak-anak. Mereka dilatih oleh relawan dari UKM Kesenian Universitas Jember. Bakat seni yang dimiliki oleh anak-anak pinggir kali ini memang luar biasa.

Nilai-nilai positif dari permainan tradisional:

  • Menumbuhkan Kejujuran. Jika dalam permainan seorang pemain bertindak curang maka dia akan dikeluarkan dari permainan, sehingga anak akan terpacu untuk selalu bersikap jujur agar tetap bisa bermain dengan teman-temannya.
  • Menumbuhkan sikap toleransi dan kasih sayang. Jika ada anak yang ingin ikut bermain tetapi belum mengetahui aturan permainan atau masih terlalu kecil, maka ia akan diberi kesempatan untuk ikut bermain dengan status “pupuk bawang”. Yang berarti ia boleh ikut bermain tetapi tidak terikat dengan aturan permainan yang berlaku.
  • Belajar membangun kerjasama. Kekompakan tim adalah kunci kemenangan untuk jenis permainan berkelompok. Semangat saling membantu akan terbangun dengan satu tujuan yaitu kemenangan tim.
  • Mengasah kemampuan mengatur strategi. Untuk memenangkan permainan, kemampuan mengatur strategi sangat penting. Permainan tradisional juga mampu mempertajam jiwa kepemimpinan pada anak.
  • Mengasah kreativitas. Permainan tradisional rata-rata menggunakan peralatan sebagai penunjang, anak-anak akan terpacu untuk berkreasi membuat peralatan bermain yang bagus seperti egrang, gasing, ketapel, dan lain sebagainya.

Berikut prestasi peserta didik yayasan Untukmu Si Kecil:

  • Juara umum Lomba Permainan Tradisional Egrang Tingkat Nasional di Cirebon.
  • Juara 2 (dua) Festival Egrang ke-5 yang diadakan oleh Tanoker di Ledok Ombo, Jember.
  • Juara 2 (dua) Lomba Permainan Tradisional yang diadakan oleh Universitas Jember.

Anak didik yayasan Untukmu Si Kecil juga pernah berpartisipasi dalam lomba perkusi di Jakarta, mereka juga pernah menampilkan permainan egrang hingga ke luar negeri. (Ita Surajaya)

Archives

Categories

E-Magazine PDF Version


Arsip Majalah Kertosono Versi 1.00

Susunan Redaksi Majalah Kertosono Edisi 14. Editor in Chief: Firdaus Effendy. Senior Editor: Kusdianto, Ety Andrijana, Faizal Ansyori, Difana Jauharin. Managing Editor: Davit Adi Saputro. Editor: Livia Alvita. Digital Marketing Executive: Moh. Alvin Kholily. Art Director: Fariz R. Wijaya. Web Developer: Lian Aga Aditya. Kontributor Tulisan: Tamaya Aristalia Arlini, Tsabbit Aqdami Mukhtar, Ita Surajaya, Halimatus Sya’dyyah, Heldyana Umabella Prabasari, Cholis Tontowi, Dhawil Firdausy, Siwi Yuli Purnamasari, Eva Nurohmah. Fotografi: PhoKerS. ALAMAT REDAKSI: Jl. Merapi RT. 03 RW. 02 Ds. Tanjung Kertosono. PENERBIT: KERTOSONO KREASI MANDIRI (http://kkm.kertosono.net). AKUN BANK/BANK ACCOUNT: No. 2050-01-000784-53-6 BRI KCP KERTOSONO A/n: KERTOSONO KREASI MANDIRI

Pin It on Pinterest

Shares
Share This