Martinimarkt 2014

by | Jan 23, 2016 | Edisi 14, Reportase & Feature | 0 comments

MANCA


Martinimarkt 2014

“Versuch macht klug”, sebuah peribahasa Jerman yang berarti percobaan membuat pintar. Peribahasa ini tepat bagi orang-orang yang mempunyai semangat dan tekad besar untuk memulai sesuatu yang baru. Tidak ada juara yang jatuh dari langit, semuanya harus banyak berlatih dan berusaha.

martinimarkt

Eva Nurohmah TÜBINGEN, JERMAN, KERTOSONO.NET – Dalam menciptakan sebuah kreasi, dibutuhkan tekad dan kemauan yang kuat. Hampir semua orang bisa berkreasi, mulai dari anak-anak, remaja, maupun orang tua. Kreativitas tidak dibatasi oleh usia. Itulah yang saya lihat dalam acara Martinimarkt di Waldorfschule Tübingen. Sebuah acara tahunan di salah satu sekolah, tepatnya kota Tübingen, Jerman. Acara ini rutin diselenggarakan setiap musim gugur. Tahun 2014 lalu diselenggarakan pada tanggal 8 November. Acara ini mengeksplor kreativitas murid, guru, dan wali murid. Semua pihak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, guru, murid dan wali murid.

Berikut cerita perjalanan saya di Martinimarkt.

Layaknya penyelenggaraan sebuah acara besar, banyak persiapan yang perlu dilakukan. Semua peserta sudah mulai menyiapkan keperluan pameran sejak jauh hari, mengingat banyaknya aksen yang akan ditampilkan.

Produk yang dipamerkan pun beragam: lukisan dari benang wol, boneka, mainan kayu, selai roti, dan masih banyak lainnya. Barang-barang tersebut dibuat dalam kelompok, kelompok terdiri dari guru dengan wali murid, sesama wali murid, dan wali murid dengan murid.

Selain memamerkan produk hasil kreasi kelompok, dalam acara ini juga diperjual-belikan baju dan buku bekas yang masih layak. Pihak sekolah dibantu oleh wali murid untuk mengkoordinir kegiatan ini, mulai dari pengumpulan, penyortiran sampai penjualan.

Pada stand makanan terdapat restoran dan kafe, pengelolanya adalah guru dan juga murid. Untuk cafe kecil hanya beberapa guru dan murid yang melayani. Mereka pula yang memasak makanan ketika ada pesanan, sehingga pengunjung bisa melihat langsung bagaimana kekompakan antara guru dan murid dalam menciptakan hidangan yang lezat. Ada pula kue yang dijajakan, biasanya wali murid sendiri yang membuat sehari sebelum acara. Di acara ini murid diajarkan bagaimana membuat sebuah produk, menawarkan hingga mengelola penghasilan penjualan.

Dalam acara tahunan ini juga disediakan ruang untuk berkarya bersama, seperti melipat kertas, pembuatan mainan dari kayu dan lainnya. Setiap ruang didampingi oleh guru yang ahli di bidangnya, sehingga murid yang belum tahu bisa bertanya kemudian berkreasi langsung.

Bagaimana dengan hasilnya?

Hasil dari semua penjualan ini diserahkan kepada sekolah, karena acara ini memang diselenggarakan untuk pendanaan sekolah. Guru, murid, dan wali murid menciptakan sebuah kolaborasi yang harmonis. Sebuah proses adalah hal terpenting dalam menciptakan sebuah karya. Hasil yang diciptakan akan tetap terlihat indah bagaimana pun bentuknya, karena seni tidak ternilai harganya. (Eva Nurohmah)

Archives

Categories

E-Magazine PDF Version


Arsip Majalah Kertosono Versi 1.00

Susunan Redaksi Majalah Kertosono Edisi 14. Editor in Chief: Firdaus Effendy. Senior Editor: Kusdianto, Ety Andrijana, Faizal Ansyori, Difana Jauharin. Managing Editor: Davit Adi Saputro. Editor: Livia Alvita. Digital Marketing Executive: Moh. Alvin Kholily. Art Director: Fariz R. Wijaya. Web Developer: Lian Aga Aditya. Kontributor Tulisan: Tamaya Aristalia Arlini, Tsabbit Aqdami Mukhtar, Ita Surajaya, Halimatus Sya’dyyah, Heldyana Umabella Prabasari, Cholis Tontowi, Dhawil Firdausy, Siwi Yuli Purnamasari, Eva Nurohmah. Fotografi: PhoKerS. ALAMAT REDAKSI: Jl. Merapi RT. 03 RW. 02 Ds. Tanjung Kertosono. PENERBIT: KERTOSONO KREASI MANDIRI (http://kkm.kertosono.net). AKUN BANK/BANK ACCOUNT: No. 2050-01-000784-53-6 BRI KCP KERTOSONO A/n: KERTOSONO KREASI MANDIRI

Pin It on Pinterest

Shares
Share This