Cinderamata Dari Madura

by | Oct 14, 2015 | Edisi 14 | 0 comments

WISATA DAERAH


Pada Edisi 14 ini (Edisi Ekonomi Kreatif), ada empat tulisan dari kontributor magang asal Pamekasan, Madura. Cinderamata Dari Madura adalah salah satu tulisan mereka. Selamat membaca.

Pembangunan jembatan Suramadu menjadikan destinasi wisata Madura lebih mudah ditempuh. Sehingga potensi wisata yang menjadi daya tarik semakin bergairah dalam perkembangannya. Beragam cinderamata unik dan menarikpun siap menyambut para wisatawan.

Cinderamata Dari Madura

PAMEKASAN, KERTOSONO.NET – Keberadaan jembatan Suramadu telah mampu menjadikan Pulau Madura lebih berkembang dibanding sebelumnya. Perkembangan mulai dirasakan pada bidang perekonomian, pariwisata, serta kuliner. Infrastruktur yang semakin mumpuni diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mampu meningkatkan kunjungan wisatawan di Pulau Madura.

Madura memiliki beraneka ragam budaya. Yang baru-baru ini diperkenalkan kepada para wisatawan adalah kerajinan khas Madura berupa batik tulis. Batik tulis ini memiliki ciri khas warna merah gelap bermotif. Kerajinan ini mulai banyak diminati para wisatawan.

Di bidang kuliner, masyarakat tentu telah mengenal sate Madura sebagai kekayaan kuliner Madura. Sate Madura pun sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Di bidang budaya, terdapat peninggalan bersejarah masa kerajaan Ronggo Sukowati; berupa benda-benda pusaka, bangunan keraton, aeng mataebhu (candi), makam-makam para raja, serta ulama terkenal di Pulau Jawa. Hal tersebut menjadikan Madura kental akan budaya dan beragam tempat wisata.

Satu lagi yang tidak kalah menarik adalah oleh-oleh khas Madura berupa kaos dengan desain modern yang menonjolkan karakter khas daerah, nilai, dan seni. Seperti kata kiasan “Bhuppa’, Bhabhu’, ghuru, rato” (senantiasa menghormati orangtua, guru, ulama dan pemerintah). Ada pula kaos yang bertema kuliner bergambar sate Madura, dan tempat wisata jembatan Suramadu. Dengan desain perpaduan warna yang unik dan menarik, kaos ini sangat direkomendasikan untuk dijadikan oleh-oleh, sekaligus dapat mengenalkan Pulau Madura pada kerabat wisatawan.

Ada sebuah toko oleh-oleh khas Madura yang berada di Jalan Trunojoyo V-B. Banyak oleh-oleh makanan khas Madura, tapi tidak terlihat kaos dan cinderamata di toko ini. Kurangnya peminat serta sudah tersedianya di toko lain menjadi alasan Ibu Lin tidak menyediakan kaos dan cinderamata di tokonya.

Berbeda dengan kondisi toko-toko yang berada di sekitar wisata Api Tak Kunjung Padam, di tempat ini berbagai cinderamata khas Madura tersedia lengkap. Berbagai cinderamata digantung dan ditata di luar toko. Pengunjung biasanya ramai di akhir pekan. Wisatawan membeli berbagai macam cinderamata, di antaranya; celurit, cemeti, dan boneka Sakera. “Sè palèng bânnyá è sarèh orèng dâri luar biasanah Batik Madhurâ (Yang paling banyak dicari adalah batik khas Madura .red),” kata Basidah, penjaga toko.

Basidah juga mengungkapkan, beberapa cinderamata langsung didatangkan dari luar kota Pamekasan. Yang paling banyak mendominasi adalah produk dari Bangkalan, terutama yang bertuliskan Suramadu.

Dengan cara hidup yang semakin canggih, masyarakat Madura dapat memasarkan potensi daerah melalui media online. Diharapkan masyarakat dari luar Pulau Madura bisa mendapat pengetahuan tentang potensi beserta oleh-oleh khas Madura. Melihat fakta tersebut, peran aktif masyarakat sangat diperlukan guna lebih mengenalkan Madura dari berbagai aspek. Seluruh lapisan masyarakat sudah seharusnya mempunyai itikad baik untuk selalu menjaga dan memelihara kearifan budaya lokal daerahnya, dengan melestarikan sumber daya alam dan lebih mencintai budaya asli Madura itu sendiri. Karena warisan norma-norma luhur dari budaya daerah sudah semestinya dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang tergeser oleh budaya luar yang kurang baik. (Dhawil Firdausy)

Archives

Categories

E-Magazine PDF Version


Arsip Majalah Kertosono Versi 1.00

Susunan Redaksi Majalah Kertosono Edisi 14. Editor in Chief: Firdaus Effendy. Senior Editor: Kusdianto, Ety Andrijana, Faizal Ansyori, Difana Jauharin. Managing Editor: Davit Adi Saputro. Editor: Livia Alvita. Digital Marketing Executive: Moh. Alvin Kholily. Art Director: Fariz R. Wijaya. Web Developer: Lian Aga Aditya. Kontributor Tulisan: Tamaya Aristalia Arlini, Tsabbit Aqdami Mukhtar, Ita Surajaya, Halimatus Sya’dyyah, Heldyana Umabella Prabasari, Cholis Tontowi, Dhawil Firdausy, Siwi Yuli Purnamasari, Eva Nurohmah. Fotografi: PhoKerS. ALAMAT REDAKSI: Jl. Merapi RT. 03 RW. 02 Ds. Tanjung Kertosono. PENERBIT: KERTOSONO KREASI MANDIRI (http://kkm.kertosono.net). AKUN BANK/BANK ACCOUNT: No. 2050-01-000784-53-6 BRI KCP KERTOSONO A/n: KERTOSONO KREASI MANDIRI

Pin It on Pinterest

Shares
Share This